Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kota Padang Panjang pada minggu keempat November 2023, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), berfluktuasi sedang di angka 4,177.

Komoditas utama yang berkontribusi untuk fluktuasi adalah cabai merah, bawang merah dan udang basah.

Hal ini mengemuka pada Rapat Pengendalian Inflasi antara Pemerintah Daerah dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring lewat Zoom Meeting, di ruang VIP Balai Kota Padang Panjang.

Rapat dihadiri oleh Penjabat (Pj) Wali Kota Padang Panjang Sonny Budaya Putra, Penjabat (Pj) Sekdako Winarno dan pejabat terkait lainnya.

Kabag Perekonomian dan Sumberdaya Alam Setdako Putra Dewangga menjelaskan, secara umum pada minggu keempat ini, harga 51 komoditas relatif stabil.

Fluktuasi terjadi pada 14 komoditas dan sembilan komoditas mengalami kenaikan harga dan lima komoditas alami penurunan harga.

Komoditas utama yang mengalami kenaikan harga adalah daging ayam broiler naik sebesar Rp375 (1,53%) dari Rp24.500 menjadi Rp24.875/kg, sedangkan harga telur ayam ras naik Rp200 (0,71%) dari Rp28.000 menjadi Rp28.200/kg.

Kemudian, cabai rawit naik sebesar Rp5.000 (7,14%) dari Rp70.000 menjadi Rp75.000/kg (tiga minggu berturut-turut).

Harga bawang merah naik sebesar Rp1.875 (6,05%) dari Rp31.000 menjadi Rp32.875/kg (enam minggu berturut-turut) dan harga bawang putih naik sebesar Rp1.375 (4,09%) dari Rp33.625 menjadi Rp35.000/kg.

Adapun komoditas utama yang mengalami penurunan harga adalah cabai merah sebesar Rp375 (-0,49%) dari Rp76.375 menjadi Rp76.000/kg (pertama kali turun dalam enam minggu terakhir).

Komoditas utama lain yang relatif stabil, di antaranya beras kualitas I Rp17.000/kg, beras kualitas II Rp16.000/kg, beras kualitas III Rp15.000/kg.

Gula pasir Rp18.000/kg, daging sapi Rp142.500/kg, minyak goreng curah stabil pada harga Rp15.000/kg, dan ikan kembung Rp65.000/kg.

“Komoditas cabai merah minggu ini mengalami penurunan harga disebabkan adanya pasokan dari Medan dan lancarnya jalur distribusi. Namun, kebijakan untuk mengendalikan harga cabai merah terus dilakukan,” jelasnya.

Pj Wako Sonny menambahkan, Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang merancang Gerakan Tanam Cabai di pekarangan dan Kelompok Wanita Tani (KWT) yang aktif. Dengan memperhitungkan masa tanam agar produksi cabai di Padang Panjang dapat berkesinambungan.

Pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT), juga diperlukan guna upaya pengendalian inflasi, seperti melanjutkan operasi pasar beras setiap Jumat di Pasar Pusat, termasuk Warung Sembako Murah, kerja sama Dinas Perdakop UKM dengan Bulog dan Koperasi Serambi Mekkah.

Sebagai respon terhadap kenaikan harga pada beberapa komoditas strategis tersebut, Pemko Padang Panjang akan melaksanakan operasi pasar khusus bagi masyarakat kelompok lansia dan disabilitas terpilih. GBM

 

Facebook Comments Box

Bagikan: