Sekretaris Daerah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) Hansastri mengatakan Kabupaten Pasaman Barat yang berhasil memekarkan nagari (desa) dari 19 nagari menjadi 90 nagari merupakan sebuah capaian.

“Salah satu capaian luar biasa itu, yakni tentang pemekaran nagari. Pengawasan tetap harus dilakukan untuk pemekaran nagari ini sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap terwujud,” katanya saat Sidang Paripurna Istimewa DPRD Pasaman Barat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Daerah di Simpang Empat.

Dia menjelaskan, karena keterbatasan anggaran pihaknya juga meminta kepada daerah agar kreatif dan inovatif dalam melakukan pembangunan.

Salah satunya dengan kerja pihak ketiga, menjadi peluang pembangunan di berbagai sektor.

“Karena sektor pertanian dan perikanan bagus di Pasaman Barat ini. Misalnya kita mengolah minyak goreng dari sawit itu, sehingga hilirisasi itu jelas,” ujarnya.

Hansastri juga mengingatkan agar tetap menjaga kepatuhan atau netralitas ASN dan menjaga situasi kondusif di Pemilu 2024, karena saat ini Pasaman Barat termasuk daerah yang rawan pelanggaran.

Sementara itu, Bupati Pasaman Barat Hamsuardi mengatakan bahwa tema HUT saat ini adalah Pasaman Barat beriman, berprestasi dan maju yang menggambarkan perwujudan berakhlak karimah.

Jadi, lanjutnya, terwujud Pasaman Barat yang maju dan mampu bersaing dengan daerah lainnya di Provinsi Sumbar maupun Indonesia secara umum.

“Pembangunan SDM telah menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan, ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Manusia dari 69,57 pada tahun 2022 menjadi 70,19 pada tahun 2023,” ungkapnya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar pada tahun 2024 juga akan mengalokasikan anggaran untuk sarana prasarana bidang pendidikan.

Untuk program unggulan Pasaman Barat sehat pada tahun ini masih mengalokasikan anggaran sebesar Rp45 miliar untuk membiayai premi JKN Kelas III bagi masyarakat kurang mampu.

Untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat, (Pemerintah Kabupaten Pemkab) Pasaman Barat telah berhasil melakukan pemekaran pemerintah nagari dari 19 nagari menjadi 90 nagari.

Dana desa Rp97.063.000.000, alokasi dana nagari Rp65.181.120.200, dana bagi hasil pajak dan retribusi daerah Rp4.007.273.678.

“Melalui momentum Hari jadi Pasaman barat ke-20 ini saya atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Pasaman Barat mengajak semua tetap bekerja sebaik mungkin dalam menjalankan tugas dan fungsi kita masing-masing untuk mempercepat percepatan pembangunan,” tuturnya. GBM

Facebook Comments Box

Bagikan: