Survei Lokasi Pemasangan EWS dan Papan Informasi Bencana Galodo Sumbar

Sosial24 Dilihat

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan survei lokasi titik pemasangan Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini banjir lahar dingin atau galodo pada sejumlah titik di Kota Padang Pariaman.

Kegiatan survei dipimpin langsung oleh Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB Udrekh.

Survei lapangan ini merupakan tindak lanjut dari pemetaan titik calon EWS yang sebelumnya telah dilakukan dengan survei udara, baik melalui helikopter maupun dengan menggunakan pesawat nirawak (drone).

Rencananya, sistem peringatan dini yang akan dipasang oleh BNPB berupa seperangkat sensor pengukur curah hujan dan sensor ketinggian muka air, yang hasilnya kemudian akan dibunyikan oleh sirine EWS.

Alat ini akan terintegrasi dengan alat EWS yang telah dipasang oleh BMKG, berupa sensor cuaca di tiga titik sekitar lereng Gunung Marapi.

Berjalan pararel bersamaan dengan survei titik lokasi pemasangan EWS, BNPB juga melakukan survei titik pemasangan rambu mitigasi bencana.

Tim survei didampingi langsung oleh Direktur Mitigasi Bencana BNPB Berton Suar Pandjaitan.

Selain mencari titik pemasangan rambu mitigasi bencana, tim ini sekaligus melaksanakan observasi kepada warga sekitar terkait kesiapan warga dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Survei lapangan titik pemasangan EWS dan rambu mitigasi bencana akan dilakukan menyeluruh pada tiga kabupaten/kota terdampak galodo, antara lain Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam. Adapun jumlah alat sensor EWS yang akan dipasang sebanyak 20 alat di sepanjang aliran sungai yang berhulu ke Gunung Marapi.

Pada Senin (10/6) pagi sebelum pelaksanaan survei lokasi, BNPB yang diwakili oleh Deputi Bidang Sistem dan Strategi Raditya Jati dan Deputi Bidang Pencegahan Prasinta Dewi melakukan audiensi bersama Gubernur Sumatra Barat Mahyeldi Ansharullah di Istana Gubernur, Kota Padang.

Kepada Gubernur Sumatra Barat, BNPB menekankan perlunya komitmen dan dukungan pemerintah daerah setempat, baik provinsi maupun kabupaten/kota terhadap sistem peringatan dini pascabencana banjir lahar dingin yang melanda Sumatra Barat pada 11 Mei 2024.

Komitmen ini penting agar pemanfaatan alat dapat terlaksana secara berkelanjutan.

BNPB juga mendorong Pemerintah Sumatra Barat untuk menggerakkan partisipasi aktif masyarakat dalam pemanfaatan hingga pemeliharaan sistemĀ  peringatan dini dan sistem mitigasi bencana galodo.

Terkait dengan ketangguhan masyarakat di lereng gunung, BNPB akan menghadirkan komunitas lereng Gunung Kelud, Merapi, dan Agung, untuk berbagi pengalaman dan praktik baik kerjasama antar warga dalam kesiapsiagaan bencana gunungapi. GBM

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *