Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan dukungan penanganan darurat bencana berupa dana siap pakai (DSP) senilai Rp250 juta dan peralatan pendukung penanganan banjir dan tanah longsor.

Dukungan untuk wilayah Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) ini antara lain Tenda Pengungsi dua unit, Perahu Katamaran dua Unit dan Paket Sembako berjumlah 200 paket.

Ini sejalan dengan adanya Surat Keputusan Bupati Dharmasraya per 30 Desember 2023 tentang Penetapan Status Keadaaan Darurat Bencana Banjir dan Tanah Longsor selama 30 Desember 2023 hingga 12 Januari 2024.

Pemberian dukungan dilakukan secara simbolis oleh Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB Raditya Jati yang ditugaskan oleh Kepala BNPB, hal ini sekaligus bentuk nyata kehadiran pemerintah pusat dalam keterlibatan penanganan kejadian bencana di daerah.

Bantuan diterima langsung oleh Sutan Riska selaku Bupati Dharmasraya di Kota Padang, Sumatra Barat.

Sebelumnya, Plt Direktur Dukungan Insfrastuktur Darurat BNPB Andria Yuferryzal beserta tim telah berada di lokasi untuk berkoordinasi dengan personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dharmasraya dan perwakilan Wali Nagari Abai Siat yang warganya terdampak banjir paling banyak.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Dharmasraya Eldison mengatakan, banjir yang merendam wilayahnya sejak Sabtu (30/12/2023) sudah berangsur surut dari beberapa hari lalu, kondisi saat ini sudah surut di semua titik.

Upaya penanganan masih dilakukan meskipun banjir sudah surut, kini BPBD dan tim gabungan beserta masyarakat bahu membahu untuk melakukan pembersihan material banjir dan longsor, personel BPBD juga melakukan pendataan kerugian dan kerusakan rumah akibat peristiwa tersebut. “Tim masih di lokasi sekalian pendataan kerugian akibat bencana ini.”

Merujuk data yang dikeluarkan oleh BPBD Kabupaten Dharmasraya pada Minggu (7/1/2024), banjir dan tanah longsor sempat melanda delapan kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Dharmasraya.

Adapun tujuh  kecamatan terdampak banjir, antara lain Kecamatan Koto Besar, Koro Baru, Kecamatan Pulau Punjung, Timpeh, Sitiung, Asam Jujuhan, Koto Salak.

Banjir tersebut tercatat sempat merendam 1.467 rumah dan 1.809 Kepala Keluarga/5.522 warga di tujuh kecamatan tersebut.

Selain banjir, terjadi bencana tanah longsor di Kecamatan IX Koto yang berdampak pada 6 Kepala Keluarga/18 jiwa dan 6 unit rumah warga. GBM

Facebook Comments Box

Bagikan: