Gubernur Sumbar Terima Penghargaan KKP

Ekonomi11 Dilihat

Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menerima penghargaan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai Gubernur Penggerak Pengelolaan Sampah Laut, atas komitmennya mengurangi sampah plastik di laut.

Penghargaan itu diterima langsung oleh gubernur Mahyeldi dari Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono pada kegiatan puncak apresiasi gerakan nasional Bulan Cinta Laut (BCL) di Kawasan Pantai Kenjeran, Surabaya, baru-baru ini.

Gubernur Mahyeldi menerima penghargaan tersebut bersamaan dengan sejumlah kepala daerah lainnya dan nelayan se Indonesia yang tercatat paling banyak mengumpulkan sampah plastik di laut selama pelaksanaan BCL yang telah dimulai KKP sejak Juli 2023.

Alhamdulillah kita memang harus serius untuk peduli menjaga kebersihan di laut, terutama dari sampah-sampah plastik yang bisa berakibat negatif pada potensi perikanan kita. Apalagi kita termasuk negara yang banyak sampah plastik di laut. Karena itu kita terus mendorong masyarakat untuk peduli kebersihan laut,” ujarnya.

Gubernur berharap melalui program BCL dari KKP, tingkat kepedulian masyarakat akan semakin meningkat untuk menjaga kebersihan laut.

Untuk di Sumbar, gubernur menjanjikan hadiah umroh bagi masyarakat dan nelayan yang paling banyak mengumpulkan sampah plastik di laut.

“Kita akan berikan hadiah umroh kepada masyarakat yang terbanyak membersihkan sampah di laut. Mari kita jaga laut dengan tidak membuang sampah ke laut,” ungkap gubernur.

Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dalam sambutannya mengapresiasi kepala daerah dan nelayan yang telah peduli dan bersungguh-sungguh dalam pelaksanaan program BCL.

Sejak dimulai Juli lalu pada 18 kawasan di 18 provinsi, total sampah plastik yang berhasil dikumpulkan mencapai 820 ton.

Angka ini menurut menteri akan terus bertambah dan diharapakan pada tahun depan bisa lebih banyak lagi.

Dia  menambahkan, keberadaan sampah di laut Indonesia dipengaruhi banyak hal, salah satunya posisi geografis yang berada dekat Samudera Pasifik tempat adanya zona akumulasi sampah laut plastik terbesar.

Hal ini membuat Indonesia pada tahun 2020 berada di urutan ke-6 negara penghasil sampah dan tahun 2001 menjadi distributor sampah plastik laut peringkat 5 di dunia.

“Ini nggak boleh lagi terjadi. Tahun ini merupakan tahun kedua program Bulan Cinta Laut. Melalui gerakan ini penanganan sampah laut secara konsisten terus meningkat,” ucap menteri,” tegasnya. GBM

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *