Universitas Andalas (Unand) Sumatra Barat (Sumbar) berhasil masuk tiga besar sebagai perguruan tinggi negeri yang memperoleh pendanaan penelitian dan pengabadian masyarakat terbanyak dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

“Secara nasional untuk lingkup Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN-BH), jumlah proposal Unand yang didanai menempati peringkat ketiga untuk penelitian dan peringkat keempat untuk pengabdian,” kata Rektor Unand Efa Yonnedi di Padang.

Hal itu disampaikannya setelah Direktorat Riset, Teknologi dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) Kemedikbudristek mengumumkan hasil seleksi program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat untuk tahun anggaran 2024 yang tertuang dalam surat Nomor 0667/E5/AL.04/2024 tertanggal 30 Mei 2024.

Dalam proses seleksi, lanjutnya, perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa itu mengajukan 483 proposal penelitian dari berbagai dosen di seluruh fakultas.

Dari jumlah tersebut 306 proposal berhasil lolos administrasi. Kemudian, pada tahap berikutnya Kemendikbudristek menetapkan 245 proposal layak dan akan didanai DRTPM.

Untuk program pengabdian kepada masyarakat, kampus yang diresmikan Wakil Presiden Mohammad Hatta pada 23 Desember 1955 itu mengajukan 43 proposal.

Dari jumlah tersebut sebanyak 22 proposal berhasil lolos seleksi administrasi dan 16 proposal dinyatakan layak untuk didanai.

Efa Yonnedi menyatakan, untuk peringkat pertama jumlah proposal penelitian ditempati oleh Institut Pertanian Bogor (IPB University) dan peringkat pertama kategori pengabdian disabet Universitas Negeri Malang (UM).

“Selamat kepada para peneliti dan pengabdi yang proposalnya berhasil lolos seleksi dan mendapatkan pendanaan. Kami sangat bangga dengan capaian ini,” ujarnya.

Dia berharap dana yang diterima dari Kemendikbudristek dapat menghasilkan penelitian yang produktif dan inovatif termasuk pula dana pengabdian kepada masyarakat agar memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa.

Senada dengan itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unand Prof Marzuki mengatakan setelah menerima pendanaan dari Kemendikbudristek pihak kampus akan melakukan beberapa pembenahan, sehingga proposal yang didanai ke depannya lebih banyak.

“Masih banyak pekerjaan besar kita untuk persiapan tahun depan dan harus lebih baik lagi untuk mendapatkan pendanaan,” tegasnya.

Sebab, lanjutnya, proposal-proposal yang dikirimkan terlalu dekat dengan batas akhir pengajuan, sehingga beberapa diantaranya tidak diperiksa dengan maksimal oleh Kemendikbudristek.

Berdasarkan catatan Unand, terdapat sekitar 40% dari total keseluruhan proposal yang diusulkan, tetapi tidak diperiksa dengan maksimal karena faktor keterbatasan waktu.

“Dengan adanya pendanaan ini, Unand berharap penelitian dan pengabdian kepada masyarakat semakin berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat,” kata Guru Besar Fisika Unand ini. GBM

 

Facebook Comments Box

Bagikan: