Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno melakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jamik Minangkabau di Bukit Sangok, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat.

Sandiaga mengatakan, masjid ini nantinya menjadi tempat ibadah sekaligus destinasi wisata dan pusat ekonomi keumatan yang bersifat syariah.

“Kita bersyukur hari ini kita melaksanakan peletakan batu pertama Masjid Jamik Minangkabau yang akan menjadi ikon baru pariwisata halal kita,” katanya.

Masjid yang pembangunannya diinisiasi Yayasan Spirit of Ummah (GSoU) ini diharapkan menjadi destinasi wisata unggulan yang menggabungkan keindahan arsitektur tradisional dengan nilai-nilai ke-Islaman.

Masjid ini akan menyediakan fasilitas tambahan, seperti pusat informasi, area pameran seni Islam, ruang edukasi sejarah Islam, sejarah keminangkabauan, makanan dan minuman, serta suvenir kearifan lokal.

Terkait dengan konsep ekonomi keumatan yang bersifat syariah dimaksudkan pada tujuan pembangunan Masjid Jamik Minangkabau untuk mendukung ekonomi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah Islam.

Hal ini dapat mencakup pembangunan bisnis dan usaha yang mematuhi hukum Islam, seperti perbankan syariah, perdagangan halal, atau kegiatan ekonomi lainnya yang mempromosikan nilai-nilai keumatan Islami.

Oleh karena itu, Masjid Jamik Minangkabau ini nantinya juga akan difungsikan sebagai Indonesian Islamic Tourism Center.

Menparekraf menjelaskan, potensi dan tingkat daya saing wisata halal Indonesia semakin kuat. Hal ini dapat dilihat dari laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) 2023 yang menempatkan Indonesia pada peringkat pertama sebagai destinasi wisata halal terbaik di dunia, mengalahkan 140 negara lainnya.

Prestasi ini meningkat dari tahun sebelumnya yang berada pada posisi ke-2.

“Harapannya masjid ini akan membuka peluang wisata yang lebih besar lagi. Karena banyak masjid, tapi yang juga bisa menjadi tempat wisata, kita masih perlu sama-sama tingkatkan,” jelasnya.

Menparekraf berpesan agar dalam proses pembangunan nanti operasionalnya masjid ini dapat memastikan penerapan prinsip-prinsip lingkungan berkelanjutan.

“Jangan lupakan Eco Mosque, masjid yang konsepnya masjid hijau, pariwisata hijau, pengelolaan air dan pengunaan energi baru dan terbarukan yang mengacu pada best practice,” ungkapnya.

Bupati Tanah Datar Eka Putra di kesempatan yang sama mengajak partisipasi aktif masyarakat dalam ikut mendorong pembangunan Masjid Jamik Minangkabau Indonesian Islamic Tourism Center.

“Untuk masyarakat mari sama-sama kita semangat membangun dan menyukseskan pembangunan ini bersama,” jelasnya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Dewan Pembina Yayasan Spirit of Ummah (GSoU) Ustaz Farel Muhammad Rizqi, Staf Ahli Menteri Reformasi dan Regulasi Kemenparekraf/Baparekraf R. Kurleni Ukar, Wakil Ketua 3 DPD, serta Kadispar Provinsi Sumatra Barat Luhur Budianda. GBM

Facebook Comments Box

Bagikan: