Banjir dan tanah longsor di Sumatra Barat (Sumbar) berdampak terhadap puluhan ribu jiwa.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal (Letjen) TNI Suharyanto melaporkan 23 warga meninggal dunia akibat bencana tersebut.

“Bencana ini cukup masif, sehingga mengakibatkan juga enam orang dalam pencarian di Pesisir Selatan, kemudian tiga orang meninggal dunia lainnya berasal dari Kabupaten Padang Pariaman,” katanya, Selasa (12/3/2024).

Selain korban jiwa, bencana hidrometeorologi ini mengakibatkan kerusakan infrastruktur di Ranah Minang.

Pemerintah setempat memperkirakan kerugian sementara mencapai lebih dari Rp226 miliar.

Menyikapi dampak bencana tersebut, Presiden Joko Widodo menginstruksikan BNPB merespons cepat kondisi yang terjadi di tanah air.

Berdasarkan data instansi itu, terdapat 12 kabupaten dan kota di Provinsi Sumbar yang terdampak banjir.

“Dari 12 kabupaten dan kota itu, lima di antaranya menetapkan status darurat, karena bencana cukup masif dan besar,” ujar Suharyanto.

Kelima daerah itu adalah Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kabupaten Padang Pariaman, dan Kabupaten Pasaman Barat.

“Kelima daerah ini terdampak bencana yang cukup masif dan besar,” jelas Kepala BNPB. GBM

 

 

Facebook Comments Box

Bagikan: