Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menjadi satu dari enam provinsi terpilih di tanah air sebagai Provinsi Pembina Terbaik Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2023 oleh Kementerian Kesehatan, pada Malam Penganugerahan Tanda Penghargaan Swasti Saba Kabupaten/Kota Sehat dan STBM Tahun 2023 di Grand Ballrooom Kempinski Hotel Jakarta.

Penghargaan tersebut diterima oleh Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy didampingi Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Sekjen Kemendagri Suhajar Diantoro.

Keenam daerah yang mendapatkan penghargaan tim pembina Kabupaten Kota Sehat provinsi terbaik, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat dan DI Yogyakarta.

Wagub Audy menyampaikan bahwa anugerah yang diraih Pemprov Sumbar tidak terlepas dari pembinaan dan komitmen kabupaten dan kota di Sumbar yang berhasil menyelenggarakan program sembilan tatanan yang menjadi domain dalam program Kabupaten/Kota Sehat (KKS).

“Saya sampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran terkait di Pemprov Sumbar atas kerja keras untuk mencapai prestasi ini. Juga dukungan dan kerja sama kabupaten dan kota yang berkomitmen mewujudkan sembilan tatanan kabupaten kota sehat di daerah masing-masing,” ujarnya, seperti disampaikan Kaban Penghubung Provinsi Sumbar Aschari Cahyaditama.

Wagub Audy berharap anugerah ini akan terus dipertahankan dan ditingkatkan ke depannya, termasuk dapat menjadi pemacu untuk kabupaten kota yang belum untuk berbenah menjadi Kota Sehat dan Layak agar masyarakat Sumbar semakin sehat dan sejahtera.

Terdapat sembilan kabupaten dan kota di Sumbar yang menerima penghargaan Swasti Saba. Enam di antaranya meraih Swasti Saba Wistara, yakni Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang Panjang dan Kota Pariaman. Penghargaan Swasti Saba Wiwerda diraih Kota Padang, Kota Solok dan Kota Bukittinggi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menjelaskan, urusan kesehatan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, tapi juga pemerintah derah atau dikenal sebagai pemerintahan konkuren.

“Urusan pemerintahan konkuren merupakan urusan pemerintahan yang dibagi antara pemerintah pusat, daerah provinsi dan daerah,” ungkapnya.

Menurut Muhadjir, pemerintah sangat memberikan perhatian terhadap masalah kesehatan, yang tercermin pada alokasi anggaran di sektor kesehatan.

Untuk diketahui, pemerintah memberikan penghargaan Kabupaten/Kota sehat yang memenuhi kriteria setiap dua tahun sekali.

Anugerah ini dikenal dengan Swasti Saba yang terbagi dalam kategori, yaitu Padapa, Wiwerda, dan Wistara.

Pendekatanya melibatkan kepemimpinan pemerintah daerah, kolaborasi lintas sektor, partisipasi masyarakat, dan kolaborasi pemerintah, masyarakat, serta swasta. GBM

Facebook Comments Box

Bagikan: