Program KSP di Sumbar Resmi Dibuka Menteri Kesehatan

Nasional13 Dilihat

Mengusung tema “Memberdayakan Keluarga dalam Kesinambungan Perawatan Kesehatan Ibu dan Anak melalui Kolaborasi Lintas Sektor dengan Menggunakan Buku KIA” yang akan dilaksanakan dari 10 – 14 September 2023 resmi dibuka Menteri Kesehatan (Menkes), diwakili oleh Wakil Menkes Dante Saksono Harbuwono di Auditorium Gubernuran Sumatra Barat (Sumbar) Jl. Sudirman, Padang, Senin (11/9/2023).

Peresmian kegiatan bertajuk Knowledge Sharing Program on Maternal and Child Health Handbook (KSP-MCH) 2023 ini ditandai dengan pemukulan Gandang Tambuah oleh Wamenkes bersama Gubernur Sumbar Mahyeldi dan Kepala Kantor Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia Takehiro Yasui.

Wamenkes Dante Saksono dalam sambutannya menyatakan, KSP-MCH merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Sumbar dengan JICA dan Kementerian Kesehatan yang akan diselenggarakan di Kota Padang, Kota Solok dan Kabupaten Tanah Datar.

Sebanyak tujuh negara asing ikut berpartisipasi dalam program ini, yakni dari Laos, Kamboja, Kenya, Madagascar, Tajikistan, Thailand, Vietnam dan Timor Leste.

“Kesehatan ibu dan anak terus mengalami penurunan di dunia, termasuk di Indonesia. Ini sangat penting untuk ditangani sedari dini. Karena itu petugas kesehatan, kualitas pelayanan kesehatan pada ibu dan anak perlu terus ditingkatkan. Kami berharap program ini dapat menghasilkan solusi peningkatan pelayanan kesehatan yang lebih baik,” ujar Wamen.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Mahyeldi dalam sambutannya mengungkapkan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar melalui Dinas Kesehatan telah menjadikan Buku KIA sebagai instrumen yang sangat membantu melalui pemberdayaan keluarga dan masyarakat yang telah diperkenalkan sejak tahun 1994.

Diterapkan di Indonesia sejak tahun 1997 dan di Provinsi Sumatra Barat penerapannya pada tahun 1999, serta pada tahun 2004 melalui SK Menkes No 284/MENKES/SK/III/2004 dinyatakan bahwa Buku KIA merupakan satu-satunya buku Pencatatan Kesehatan Ibu dan Anak.

Peningkatan kesehatan ibu dan anak lanjut gubernur adalah target Sumbar dalam pencapaian pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) dengan mensinergikan 17 indikator TPB tersebut dalam RPJMD Provinsi Sumbar Tahun 2021-2026.

Hal ini sejalan dengan Misi Pertama RPJMD Sumbar, yaitu Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia yang sehat, berpengetahuan, terampil dan berdaya saing menuju Generasi Emas tahun 2045.

“Untuk itu Saya sebagai Gubernur Sumatra Barat mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan, organisasi profesi terkait dan JICA atas dipilihnya Sumatra Barat sebagai lokus pembelajaran dan sosialisasi Buku KIA khusus bayi kecil yang merupakan buku tambahan yang digunakan bersamaan dengan Buku KIA,” jelasnya.

Buku ini, lanjut Gubernur, diharapkan dapat membantu dalam menjaga mutu layanan, khususnya bagi bayi-bayi muda dengan berat badan lahir rendah.

KSP merupakan bagian dari kerangka proyek kerja sama teknis lima tahun (2018-2023) antara Kementerian Kesehatan dan JICA.

Setiap tahunnya, KSP menyelenggarakan kursus internasional. Tahun ini, dengan dukungan kolaborasi Kementerian Sekretaris Negara, Kementerian Luar Negeri, Pemprov Sumbar, kursus yang dilaksanakan di Sumbar pada 10-14 September 2023 bertemakan “Pemberdayaan Keluarga dalam Kesinambungan Perawatan Ibu, Kesehatan Bayi Baru Lahir dan Anak Melalui Kolaborasi Lintas Sektor dengan Menggunakan Buku KIA”.

Peserta terdiri dari 26 orang yang berasal dari sembilan negara, yaitu Kamboja, Kenya, Tajikistan, Madagaskar, Thailand, Timor Leste, Vietnam, Laos dan Indonesia.

Selama lima hari pelatihan, peserta akan meninjau pelayanan kesehatan di Provinsi Sumatera Barat melalui kunjungan lapangan ke RSUP Dr. M Djamil Kota Padang, Posyandu, Puskesmas dan Kids & Mom Care di Kota Solok, dan tempat terakhir yang dikunjungi adalah Dasa Wisma di Kabupaten Tanah Datar. GBM

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *