Pemko Padang Prioritaskan Penurunan Stunting

Ekonomi7 Dilihat

Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) terus mengoptimalkan pencegahan serta penanganan masyarakat yang terverifikasi dan terindentifikasi stunting.

Kepala Dinas Kesehatan pada Kegiatan Review Kinerja Tahunan Aksi Integrasi Stunting Kota Padang Sri Kurnia menyatakan, telah dilaksanakan program kerja kolaboratif lintas sektoral yang terintegrasi dalam upaya penurunan angka stunting di Kota Padang.

Saat ini, telah dibentuk dan telah bekerja Tim Pendamping Keluarga (TPK) di 104 kelurahan dengan jumlah sebanyak 489 tim, dengan jumlah kader sebanyak 1467 orang, yang terdiri dari Kader Kluarga Berencana (KB), Kader Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Bidan.

TPK bertugas melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan dan memfasilitasi pemberian bantuan sosial serta melakukan surveilans kepada sasaran keluarga berisiko stunting.

TPK juga dibantu oleh pihak lain, seperti dari Tim penggerak PKK, Puskesmas, Posyandu dan juga pihak non pemerintah.

Terkait dengan kasus stunting pada keluarga dengan enam anak di Kecamatan Bungus Teluk Kabung yang diberitakan viral di salah satu media sosial, Sri Kurnia menegaskan, telah dilakukan verifikasi ke lapangan.

Hasil temuannya keluarga yang dimaksud dengan kepala keluarga Frengkie, dari enam orang anak yang disebutkan, hanya dua orang yang usia balita, tapi tidak satupun yang berstatus stunting.

Ada pun berita selanjutnya yang menyatakan bahwa keluarga ini telah seminggu hanya makan bubur air, hal tersebut tidak terjadi baru- baru ini, tapi di tahun 2020 ketika Frengki mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari tempat kerjanya.

Dinas Sosial menjelaskan, Frengki telah terdaftar di DTKS dan sedang diusulkan sebagai penerima bantuan sosial PKH.

Frengki juga tercatat sebagai penerima bantuan bedah rumah dan telah mendapatkan bantuan inflasi BBM Perlinsos.

Saat ini, Frengki dan keluarga telah difasilitasi layanan kesehatannya dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) atau kartu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). GBM

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *