Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan agar pembangunan Sabodam di kawasan Gunung Marapi yang ada di Sumatra Barat (Sumbar) segera dimulai tahun ini.

Pembangunan sabo dam merupakan satu dari lima permohonan Gubernur Sumbar kepada Presiden, sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur dan upaya antisipasi bencana banjir lahar dingin dan longsor di wilayah ini.

“Untuk penanganan banjir lahar dingin sudah dihitung Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dibutuhkan 56 sabo dam, sementara yang ada baru dua,” ujar Presiden.

Jadi, lanjutnya, diperlukan banyak tambahan lagi. “Saya perintahkan tahun ini harus dimulai, terutama di tempat-tempat yang penting, ada enam titik yang harus segera dimulai. Saya sudah minta Dirjen terkait di Kementerian PU,” kata Jokowi saat meninjau kerusakan dampak bencana banjir lahar dingin dan longsor di Bukik Batabuah, Agam, baru-baru ini.

Sementara itu, secara umum Presiden menilai penanganan bencana banjir lahar dingin dan longsor di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar sudah baik.

Mulai dari upaya evakuasi korban, penanganan terhadap warga yang tinggal di pengungsian, hingga pembangunan jalan dan jembatan-jembatan darurat, yang sebagian besar telah dilakukan dan akan terus dioptimalkan.

“Terkait penanganan terhadap pengungsi, tadi saya sudah tanya pengungsi di sini, itu sudah baik. Untuk pembangunan jalan dan jembatan, ada satu-dua yang masih dalam proses dan itu yang akan kita kejar, agar semuanya secepatnya kembali normal,” jelas Presiden.

Dia menegaskan, hingga saat ini penanganan atas dampak bencana terus dilakukan secara maksimal.

Mulai dari upaya pencarian terhadap korban yang masih terus dilakukan, penyediaan kebutuhan logistik bagi warga yang saat ini masih mencukupi untuk kebutuhan tiga minggu ke depan, hingga menyegerakan penyaluran santunan bagi keluarga korban meninggal dunia.

“Selain itu, rumah yang rusak agar segera diberi bantuan. Setidaknya ada 265 rumah yang rusak, 159 rumah di antaranya rusak berat, dan sudah ada 100-an KK yang siap untuk direlokasi. Bupati dan Gubernur harus segera menyiapkan lahannya jika memang diperlukan relokasi, karena barang untuk pembangunan dari pemerintah pusat itu sudah siap,” jelasnya.

Dalam kunjungan kali ini, Presiden Jokowi mendengar secara utuh paparan kondisi penanganan bencana banjir dan lahar dingin dari Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, serta mendengar usulan permohonan untuk pemulihan infrastruktur dan upaya antisipasi bencana banjir lahar dingin dan longsor di masa yang akan datang dari Gubernur Sumbar.

Kelima Permohonan Gubernur Sumbar kepada Presiden adalah sebagai berikut:

Pertama, pembangunan sabo dam di Gunung Marapi untuk mengantisipasi banjir lahar dingin, sebagaimana sistem serupa sukses diterapkan di Gunung Merapi Yogja yang memiliki 250 uni sabodam dan Gunung Agung Bali yang memiliki 90 unit sabodam.

Kedua, Gubernur memohonkan rekonstruksi infrastruktur yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/kota, dengan menggunakan anggaran dari pemerintah pusat.

Ketiga, Pembangunan Flyover Lembah Anai untuk menggantikan fungsi jalan nasional yang putus total akibat banjir.

Keempat, percepatan Pembangunan Jalur Tol Padang – Pekanbaru seksi Padang – Sicincin – Bukittinggi – Limapuluh Kota, yang akan sangat bermanfaat sebagai jalur alternatif utama saat bencana dalam skala besar kembali terjadi.

Kelima, percepatan pembangunan fisik flyover Sitinjau Lauik, untuk menggantikan fungsi jalan nasional Sitinjau Lauik yang sangat curam, rawan kecelakaan dan rawan longsor. GBM

Facebook Comments Box

Bagikan: