Pemprov Sumbar Dukung Pengembangan Destinasi Ekowisata Puncak Koto Panjang

Ekonomi9 Dilihat

Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Pemprov Sumbar) terus mendukung upaya peningkatan perekonomian masyarakat di berbagai sektor, termasuk di antaranya di sektor perhutanan sosial yang mampu disulap menjadi ekowisata, seperti yang ada di destinasi wisata Puncak Koto Panjang, Nagari Lansek Kadok, Pasaman.

Sebagai bentuk dukungan pada destinasi yang pernah memenangkan lomba promosi destinasi tingkat nasional tersebut, Wakil Gubernur (Wagub) Sumbar Audy Joinaldy menyerahkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) untuk pengembangan wisata, sekaligus perhutanan sosial pada Selasa (6/11/2022).

Bantuan Sapras berupa motor ATV, Glamping (glamorous camping), 200 kotak koloni madu galo-galo, 400 bibit durian musang king dan 1.000 bibit pohon pinus.

Wagub Audy berharap, dengan bantuan tersebut meningkatkan daya tarik wisatawan sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat. Hal inipun bisa menjadi dukungan dalam program Visit Beautiful West Sumatra 2023.

“Hutan kita yang luas ini, bisa kita manfaatkan untuk menggerakkan ekonomi, salah satunya melalui program kehutanan sosial. Jadi dari sini kita bisa mengoptimalkan sumber daya alam kita dan bisa jadi percontohan untuk saudara saudara kita juga dalam membentuk ekowisata dari hutan sosial,” ujar Audy.

Audy menyatakan, bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin dan akan ada evaluasi nantinya oleh Kadis Kehutanan Provinsi.

Menurut Wakil Bupati Pasaman Sabar AS, pengembangan wisata Puncak Koto Panjang menjadi salah satu implementasi dari program Pasaman Tujuan Wisata.

Selain itu, Puncak Koto Panjang juga berhasil mendapatkan kemenangan pada lomba promosi destinasi tingkat nasional.

Sabar menuturkan, objek wisata ini terus berkembang, tidak lagi terisolir, tapi menjadi wilayah sentral dan ini merupakan segitiga emas destinasi wisata.

“Belum lagi kita juga akan membangun planetarium yang mampu menambah daftar wisata di Pasaman untuk Sumbar maupun tetangga kita, karena wilayah ini menjadi perbatasan Sumbar dengan Provinsi Sumut, dan juga Riau,” jelas Wakil Bupati Pasaman itu.

Kepala Dinas Perhutanan Sumbar, Yozar Wardi, berharap melalui KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan Sosial) nantinya meningkatkan perekonomian buruh tani hutan.

Dalam acara penyerahan Sapras ini, turut hadir Kepala OPD dan jajaran, Wali Nagari Lansek Dadok, Camat Rao Selatan, Niniak Mamak, Alim Ulama Cadiak Pandai dan Bundo Kanduang. GM

 

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *