Wali Kota (Wako) Padang Hendri Septa menyambut baik penggunaan pupuk organik Biosaka bagi para petani di Kota Padang.

Larutan organik Biosaka berupa cairan alami tersebut terbuat dari tanaman alam yang mengandung senyawa organik yang dapat menyuburkan tanaman.

Pupuk organik Biosaka juga dapat merangsang tanaman menjadi cepat tumbuh, bahkan hasil pertanian yang dihasilkan pun cenderung lebih optimal.

Hal itu disampaikan Wako Padang saat sosialisasi demonstrasi persiapan lomba inovasi teknologi pembuatan biosaka oleh Dinas Pertanian Kota Padang di Galanggang Balaikota Padang Aie Pacah.

Hendri menambahkan, Pemerintah Kota (Pemko) Padang mendukung penggunaan Biosaka mengingat kondisi pupuk kimia saat ini yang harganya cukup mahal serta stok yang kadang terbatas.

“Untuk itu saya mengimbau warga Kota Padang terutama para petani, mari kita beralih menggunakan Biosaka,” jelasnya.

Dia berharap semoga dengan ini berdampak positif bagi sektor pertanian kita ke depan dan hingga masa-masa yang akan dating.

Senada dengan itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang Yoice Yuliani menyatakan, dalam kegiatan sosialisasi pembuatan Biosaka kali ini diikuti sebanyak 343 orang perwakilan Kelompok Tani (Poktan) dan kelompok wanita tani (KWT) di masing-masing kecamatan se-Kota Padang.

“Kegiatan ini selain mengkampanyekan pemanfaatan bahan alami untuk pengembangan pertanian ramah lingkungan, juga sekalian untuk mengikuti lomba kreasi video Beauty of Biosaka Contest Tahun 2023 yang digelar Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian berlangsung selama 15 September hingga 5 Oktober 2023.

Yoice menjelaskan, Biosaka merupakan inovasi baru metode pertanian yang terbukti cukup efisien dan ramah lingkungan, serta patut dan layak untuk terus dikembangkan.

“Elisitor Biosaka menjadi salah satu solusi bagi petani untuk dapat bertani secara efektif dan efisien, karena di samping mengurangi biaya produksi dalam pemakaian pupuk kimia sintetis, juga telah terbukti dapat meningkatkan kualitas produk pertanian,” tuturnya.

Dia menambahkan, pembuatan Elisitor Biosaka juga cukup mudah, yakni hanya menggunakan tumbuh-tumbuhan liar sesuai kriteria yang ada di sekeliling maksimal berjarak 20 km dari area tanaman yang akan diberikan Biosaka.

“Setelah itu tanaman tersebut dimasukkan ke air yang ada di dalam baskom lalu diremas-remas, sehingga airnya akan berubah warna,” ujarnya.

Kemudian, dilakukan penyaringan, semakin kental larutan airnya berarti semakin bagus kualitasnya dan setelah semua proses dilakukan, Biosaka sudah bisa disemprotkan ke tanaman. GBM

Facebook Comments Box

Bagikan: