Pemerintah Kota (Pemko) Padang berkomitmen untuk meningkatkan tata kelola kearsipan dengan mengoptimalkan aplikasi Sistem Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) versi 3.

Kegiatan sosialisasi penggunaan aplikasi Srikandi versi 3 dibuka oleh Wali Kota Padang yang diwakili Asisten III Administrasi Umum Corri Saidan di Balaikota Padang, Kamis (15/2/2024).

Dalam arahannya, Corri mengatakan Pemerintah Kota Padang melalui Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor 100.3.4/1/BU-PDG/2023 tertanggal 5 Januari 2023 secara resmi menggunakan aplikasi Srikandi dalam persuratan pada Organisasi Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Padang.

Dalam perjalanannya, aplikasi Srikandi oleh Arsip Nasional Republik Indonesia terus update, tahun ini beralih menggunakan versi 3.

“Sesuai dengan surat Arsip Nasional Republik Indonesia pada tanggal 29 November 2023 perihal penutupan akses sementara aplikasi Srikandi versi 2 dan akan diberlakukan aplikasi Srikandi versi 3 terhitung pada 12 Februari 2024,” jelasnya.

Corri menambahkan, aplikasi ini digunakan dalam pembuatan, pengiriman dan penerimaan naskah dinas secara elektronik antar instansi pemerintah. Selain itu, pada versi 1 dan 2 tentu juga menjadi acuan.

“Melalui pemanfaatan pengelolaan arsip secara elektronik atau aplikasi srikandi diharapkan mempermudah temu kembali arsip saat diperlukan dalam rangka mendukung akuntabilitas kinerja OPD,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Corri menegaskan, terdapat fitur penggunaan arsip oleh yang berhak, serta fitur penyusutan arsip yang meliputi pemindahan dan pemusnahan arsip, teks edit, multiple role atau pada saat mengakses bisa digunakan lebih dari satu hak akses.

“Aplikasi Srikandi versi 3 dapat memberikan notifikasi melalui ‘whatsapp’ serta dilengkapi dengan fitur tanda tangan surat lebih dari satu penandatangan. Diharapkan mewujudkan sistem pengelolaan arsip yang terintegritas antara pemerintah pusat dan daerah, sekaligus meningkatkan kinerja yang berjalan lancar, autentik, utuh dan terpercaya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Feri Mulyani Hamid mengatakan, dengan diterapkannya aplikasi Srikandi, Pemko Padang telah berhasil menghemat anggaran mencapai hampir Rp900 juta.

“Terdapat 99.493 naskah surat masuk, 106.683 naskah keluar dan naskah disposisi sebanyak 89.200. Melalui sosialisasi ini mewujudkan sistem pengelolaan arsip elektronik yang terintegrasi dan membantu kelancaran kegiatan kearsipan,” ungkapnya.

Sosialisasi tersebut juga dibekali materi pembekalan arsip elektronik yang diikuti 52 administrator aplikasi Srikandi pada OPD di lingkungan Pemko Padang. GBM

Facebook Comments Box

Bagikan: