Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Balai Kota Padang menggelar Rapat Akhir Tahun (RAT) Buku 2023 di salah satu hotel di Padang, akhir pekan lalu.

Wali Kota Padang Hendri Septa dalam arahannya menyatakan, RAT adalah perwujudan dari salah satu prinsip koperasi yaitu pengelolaan yang dilakukan secara demokratis.

“Kita tentunya menyadari bahwa keberhasilan koperasi bukan hanya ditentukan oleh pengurus, namun sangat ditentukan oleh peran aktif dari anggota,” katanya.

Oleh karena itu, dia menambahkan, agar koperasi dapat berfungsi dengan baik dan mampu mencapai tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya, maka koperasi harus mampu bekerja secara efektif dan efesien.

Sementara itu, Ketua KPN Balai Kota Padang Andree Algamar menjelaskan, pentingnya digitalisasi koperasi sebagai kajian dan evaluasi terhadap pertumbuhan koperasi.

“Perkoperasian Indonesia, serta berpedoman kepada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah  Tangga (AD/ART) Koperasi Pegawai Negeri Balai Kota Padang, maka penyampaian laporan pertanggung jawaban oleh Pengurus di dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) adalah merupakan suatu kewajiban secara konstitusional yang harus dilaksanakan oleh pengurus pada setiap berakhirnya tahun buku koperasi,” jelasnya.

Wakil Ketua I Boby Firman saat memaparkan Laporan Pertanggungjawaban menyebut jumlah anggota per 31 Desember 2023 sebanyak 2.374 orang.

Dia juga mencatat rekap simpanan anggota 31 Desember 2023 yaitu simpanan pokok Rp137.820.000, simpanan wajib Rp14.573.590.600, simpanan sukarela Rp72.297.915 dan tabungan mandiri Rp83.845.877. Maka Total Simpanan Anggota Rp15.469.554.392.

“Jika dibandingkan dengan jumlah simpanan anggota tahun 2022 yang berjumlah sebesar Rp15.273.349.427 dengan tahun 2023 sebesar Rp15.469.554.392, terdapat kenaikan jumlah simpanan anggota sebesar Rp196.204.965 dengan persentase kenaikan sebesar 1,27%,” jelas Boby.

Boby menjelaskan pendapatan bersih koperasi tahun 2023 di antaranya jumlah pendapatan Rp2.697.179.814, jumlah biaya Rp2.456.628.469, sisa hasil usaha sebelum pajak Rp240.551.355, taksiran pajak penghasilan Rp24.887.629.

“Sisa hasil usaha 31 Desember 2023 Rp215.673.313, dana pengembangan usaha Rp1,7 miliar. Total Sisa Hasil Usaha (SHU) 2023 Rp1.915.673.716,” jelasnya.

Sekretaris KPN, Yopi Krislova juga memaparkan rancangan rencana kerja KPN, yaitu pendapatan bersih koperasi tahun 2024 dengan rincian jumlah pendapatan Rp4.332.201.404, jumlah biaya Rp2.301.042.406, sisa hasil usaha sebelum pajak Rp2.031.158.998, taksiran pajak penghasilan Rp24.888.662, dan Sisa Hasil Usaha (SHU) 31 Desember 2024 sebesar Rp2.006.270.336.

Dalam agenda RAT juga mengesahkan pertanggungjawaban pengurus serta laporan pengawasan tahun buku 2023 sekaligus merumuskan rancangan rencana kerja KPN 2024.

Selain itu, juga diserahkan penghargaan Koperasi Kategori Sehat dan reward bagi bendahara terbaik pada RAT 2023. GBM

 

 

Facebook Comments Box

Bagikan: