Gubernur Sumatra (Sumbar) Barat Mahyeldi resmi meluncurkan Gerakan Edukasi dan Pemberian Pangan Bergizi untuk Siswa (Genius) serta Gerakan Pangan Murah (GPM) 2023 di Halaman Kantor Gubernur Sumbar, Padang, baru-baru ini.

Peluncuran kedua gerakan ini juga dilakukan serentak di 411 titik di seluruh Indonesia, bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia ke-43.

Gubernur mengatakan, GPM bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok.

Dalam pelaksanaannya, GPM yang juga dilaksanakan di Kabupaten Limapuluh Kota dan Sijunjung ini memberikan subsidi harga pangan sebesar Rp5000 untuk setiap pembelian 5 kg beras, 2 kg bawang merah, 1 kg bawang putih, 2 liter minyak goreng kemasan, 2 kg gula pasir, 1 tray telur ayam ras, dan 1 kg cabe merah keriting.

Gerakan Genius memberikan kudapan bergizi, sehat dan aman sebanyak 20 kali, diikuti dengan edukasi pangan dan gizi bagi anak.

“Gerakan ini bertujuan mengedukasi anak, orangtua dan guru mengenai pentingnya kandungan gizi makanan. Dengan upaya ini mudah-mudahan kesehatan pangan bagi generasi muda kita betul-betul dalam keadaan cukup dan sehat dalam rangka menuju generasi emas 2045,” kata Gubernur Mahyeldi.

Selain di Kota Padang, gerakan Genius juga dilaksanakan di Kota Padang Panjang, Solok, Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Pasaman Barat, dengan melibatkan 2.500 siswa sekolah dasar.

Selain itu, Gubernur Mahyeldi juga mengingatkan agar orang tua dan anak tidak boros pangan.

Menurutnya, rata-rata sisa makanan di Sumbar mencapai 300 kg per tahun, sedangkan di sisi lain, masih terdapat masyarakat yang kekurangan asupan pangan bergizi.

“Alangkah baiknya jika budaya menyisakan makanan diganti dengan budaya menyisihkan makanan bergizi untuk didonasikan pada pihak yang membutuhkan,” ungkapnya.

Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Nyoto Suwigno menuturkan, melaui gerakan Genius anak-anak nantinya akan dibiasakan untuk sarapan bergizi dan tidak boros pangan.

“Gerakan Genius membudayakan anak-anak untuk sarapan pagi bergizi dan tidak boros pangan. Diharapkan kemudian orang tua dapat melanjutkan gerakan ini, dengan memenuhi kebutuhan pangan yang sehat dan bergizi untuk anak. Karena ini bukan tanggungjawab pemerintah saja, tapi tanggungjawab kita bersama,” tuturnya.

Dengan demikian pada tahun 2045, dapat terwujud generasi emas yang cerdas dan berdaya saing karena sudah dipersiapkan gizinya dari sekarang. GBM

 

Facebook Comments Box

Bagikan: